Translate

Jumat, 06 Juli 2012

Tips Membaca Buku


Buku adalah jendela dunia, istilah tersebut tentulah bukan hal yang asing bagi kita. Di dalam istilah tersebut mengandung makna bahwa dengan bemodal buku kita akan mengetahui banyak hal di dunia. Tetapi untuk mengetahui semua yang ada di dunia ini, lantas kita tidak hanya bermodal membawa buku saja karena buku sejatinya digunakan untuk dibaca. Dalam membaca buku seringkali sebagian besar dari kita akan mengalami berbagai kendala mulai dari kejenuhan, membosankan, melelahkan, bahkan bisa membuat kita mengantuk (maklum pengalaman pribadi, hehehe). Berbagai kendala tersebut tentunya membuat kita tidak maksimal dalam membaca buku bahkan kita tidak akan bisa memahami isi buku tersebut, padahal tujuan kita membaca adalah memahami isi buku tersebut. Nah, agar kita bisa membaca buku secara maksimal dan mampu menyerap “Gizi” buku, kalian bisa mencoba tips yang ada di bawah ini. Tips ini saya ambil dari buku yang berjudul “Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza”.
Tips Pertama, Bertanyalah kepada diri kalian sendiri saat punya kemauan membaca atau kebetulan sedang memegang buku untuk dibaca. Apa manfaat membaca (buku ini) bagiku?
Dengan membiasakan bertanya seperti itu, ada kemungkinan kalian akan dapat mengawali pembacaan dengan sesuatu yang membuat kalian langsung menemukan manfaat luar biasa bagi diri kalian.
Tips Kedua, Ketika memulai membaca cobalah untuk membiasakan diri tidak melewatkan satu kata pun yang tidak kalian mengerti. Satu-satunya alasan seseorang berhenti membaca atau menjadi bingung dan tidak mau melanjutkan membacanya adalah karena dia telah melewatkan kata yang tidak dia pahami artinya.
Tips Ketiga, Ambillah jeda. Hindari untuk tidak terus-menerus membaca. Manfaatkan waktu jeda untuk mengistirahatkan tubuh kalian terutama mata ddan potensi berpikir anda. Gerakkanlah tubuh kalian, Misalnya berdiri lalu menjulurkan tangan kalian seolah-olah hendak memetik buah jambu yang berada di atas kepala kalian. Kegiatan ini bertujuan memudahkan udara memasuki paru-paru kalian. Selain itu minumlah segelas air. Hal ini penting untuk penyegaran tubuh kita. Setelah itu semua kalian bisa melanjutkan membaca lagi dengan keadaan tubuh yang lebih fresh. Kegiatan pada tips yang ketiga ini juga bisa disebut dengan “ngemil” karena kita membaca dengan cara mencicil.
Tips Keempat, “ikatlah” makna. Berapa pun halaman yang kalian peroleh, biasakanlah unutk mengingat makna-makna yang ada di pikiran kalian. Kemudian tuliskanlah lewat bahasa kalian sendiri.
Tips Kelima, Usahkan jangan berhenti bertanya saat membaca. Apa ya, yang baru saja saya dapat dari halaman ini? Apa gagasan inti yang akan disampaikan oleh penulis di bagian ini? Apakah saya setuju dengan pendapat penulis di babini? Apakah bukti-bukti yang disampaikan oleh penulis masuk akal? Apa yang ingin saya jelajahi lebih lanjut?
Tips Keenam, Ulangilah membaca kalian secara multi indrawi, Misalnya bacalah dengan suara keras kalimat-kalimat penting. Bayangkanlah pemahaman kalian di dalam benak dan tulislah kembali kata-kata kunci atau pengingat. Setelah itu renungkanlah apa yang kalian peroleh dari membaca buku tersebut.
Demikianlah tips agar kita semua bisa membaca buku secara maksimal dan mampu menyerap isi buku yang kita baca. SEMOGA BERMANFAAT....

Rabu, 04 Juli 2012

Masa Depan Atau Masa Lalu?


Selama ini kebanyakan dari kita masih bingung, apakah selama ini kita termasuk orang yang selalu menatap ke masa depan atau orang yang selalu terjebak dalam masa lalu. Demi memudahkan kebingungan anda, cobalah untuk menguji diri anda dengan 25 pertanyaan di bawah ini dan lalu lihat hasilnya juga termasuk pada golongan manakah anda.
1.      Apakah anda suka mengamati perkembangan teknologi baru?
a.       Tidak terlalu          b. Hingga tingkat tertentu       c. Iya
2.      Apakah anda terus menerus mancari hobi atau proyek baru?
a.       Tidak terlalu          b. Tidak secara khusus            c. Iya
3.      Apakah anda pergi ke tempat liburan baru setiap tahun?
a.       Tidak                     b. Iya, tapi tidak setiap tahun c. Biasanya
4.      Manakah dari hal ini yang terpenting untuk anda?
a.       Masa lalu               b. Masa kini                             c. Masa depan
5.      Apakah anda cenderung menyimpan benda-benda?
a.       Iya                         b. Terkadang                           c. Tidak
6.      Manakah dari hal berikut yang paling menggambarkan pemikiran anda saat tahun baru?
a.       Tahun yang mengerikan
b.      Sama saja seperti tahun sebelumnya
c.       Suasana baru yang sudah direncanakan
7.      Pecayakah anda bahwa akan tiba saatnya anda menjadi tua dengan rasa percaya diri?
a.       Iya                         b. Mungkin                              c. Tidak
8.      Adakah era tertentu di masa lalu ketika jenis musik kesukaan anda dimainkan?
a.       Hampir tidak diragukan lagi         b. Mungkin      c. Tidak
9.      Apakah anda memiliki sebuah komputer?
a.       Tidak untuk selamanya                 b. Tidak untuk saat ini            c. Iya
10.  Apakah dengan kenangan yang menyenangkan di rumah lama lantas membuat anda enggan untuk pindah rumah?
a.       Iya                         b. Tergantung pada tempat baru                     c. Tidak
11.  Manakah dari 3 hal berikut yang terpenting bagi anda?
a.       Hidup dengan keluarga yang tenang dan memuaskan
b.      Menjalani hidup hingga maksimal
c.       Terus-menerus memperluas sudut pandang anda hingga kapabilitas maksimal
12.  Ketika anda berada di dekat orang yang anda cintai, anda lebih suka mengingat masa lalu atau merencanakan masa depan?
A.    Mengingat masa lalu         b. Keduanya               c. Berencana untuk masa depan
13.  Apabila seseorang berbuat jahat kepada anda, apakah anda memaafkannya?
a.       Tidak         b. Tidak, hingga saya membalasnya    c. Lupakan dia bukan memaafkan
14.  Apakah anda memiliki alamat situs anda sendiri?
a.       Tidak untuk selamanya     b. Tidak untuk saat ini            c. Iya
15.  Apakah idola anda akan tetap sama selama bertahun-tahun?
a.       Iya             b. Iya, walaupun saya punya idola lebih dari satu      c. Tidak
16.  Apakah pemikiran teknologi baru yang tampak rumit menakutkan anda?
a.       Iya             b lebih membebani bukan menakutkan           c. Tidak
17.  Manakah yang lebih menggambarkan sikap anda terhadap perubahan?
a.       Saya benci perubahan       b. Tidak terlalu suka perubahan          c. Tidak khawatir
18.  Apakah anda lebih suka menonton program ulangan daripada program baru?
a.       Iya             b. Terkadang               c. Tidak
19.  Apa pendapat anda tentang mode baru di dalam berbusana?
a.       Tidak terlalu banyak   b. Beberapa mode bagus   c. Banyak mode yang tidak cocok
20.  Seberapa mudah bagi anda untuk melupakan tragedi pribadi?
a.       Sebenarnya  mudah           b. Mencoba untuk melupakannya       c. Itu tidak mudah
21.  Apakah anda pernah mengunjungi tempat pertemuan anda di masa lalu untuk membangkitkan kenangan indah dan memperbarui hubungan lama?
a.       Lumayan sering     b. Kadang-kadang      c. Tidak pernah
22.  Manakah yang paling anda anggap sebagai kekuatan terbesar anda?
a.       Terorganisasi         b. Bertanggung jawab             c. Aktif
23.  Apakah perasaan anda ketika diperkenalkan dengan teknologi yang baru?
a.       Khawatir   b. Sadar karena sangat itu penting      c. Menerima dengan antusias
24.  Apakah menurut anda masa di sekolah merupakan masa terindah di hidup anda?
a.       Iya             b. Tidak terlalu            c. Tidak
25.  Pernakah anda menguasai teknologi baru hingga anda mengajarkan pada orang lain?
a.       Tidak         b. Kadang-kadang      c. Lebih dari sekedar kadang-kadang

PENILAIAN : Berilah nilai 2 untuk jawaban c, nilai 1 untuk jawaban b, dan nilai 0 untuk jawaban a.
HASIL : Nilai 40-50 menunjukkan anda sangat menatap masa depan dan sama sekali tidak terjebak masa lalu, Nilai 25-39 mengidikasikan bahwa anda suka menatap masa depan tetapi juga menyukai kenangan di masa lalu, Nilai 0-25 menunjukkan anda cenderung untuk melihat masa lalu yang di anggap masa yang lebih menyenangkan serta anda mungkin merupakan orang yang agak sentimentil.
Setelah menjawab dan mengetahui hasilnya, termasuk pada tipe manakah anda?
SEMOGA BERMANFAAT........

Jenis-jenis Kecerdasan


Setiap orang pasti terlahir mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda. Kecerdasan ini menurut Howard Gardner terbagi menjadi 8 jenis yakni : cerdas kata, cerdas logika, cerdas gambar, cerdas tubuh, cerdas musik, cerdas bergaul, cerdas diri dan cerdas alam.
1)      Cerdas Kata : Kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan (pendongeng, orator) maupun tertulis (sastrawan, penulis, editor).
2)      Cerdas Logika : Kemampuan menggunakan angka dengan baik (misalnya ahli matematika, akuntan pajak) dan melakukan penalaran yang benar (sebagai ilmuwan pemograman komputer atau ahli logika).
3)      Cerdas Gambar : Kemampuan memersepsi dunia visual secara akurat (pemburu, pemandu) dan mentransformasikan persepsi dunia visual (dekorator, interior, arsitek).
4)      Cerdas Tubuh : Keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan (aktor, penari, pantonim) serta keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu (pengrajin, ahli mekanik, atau pemahat).
5)      Cerdas Musik : Kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal dengan cara memersepsi musik (penikmat musik), membedakan musik (kritikus musik), mengubah musik (komposer), dan mengekspresikan musik (penyanyi).
6)      Cerdas Bergaul : Kemampuan memersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain. Kecerdasan ini diperlukan untuk mempertinggi kemampuan bergaul atau bersosialisasi.
7)      Cerdas Diri : Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Kecerdasan ini diperlukan untuk melakukan perenungan sangat mendalam dan berkonsentrasi sehingga diri bisa menjadi pusat segalanya.
8)      Cerdas Alam : Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar. Kecerdasan ini diperlukan, terutama untuk para pecinta alam, pencinta binatang, pencinta tanaman, dan para ahli lingkungan hidup.
Setelah kita mengetahui 8 jenis kecerdasan menurut Howard Gardner, kemudian anda termasuk pada kecerdasan yang manakah selama ini? Atau semua jenis kecerdasan tersebut telah anda miliki?
SEMOGA BERMANFAAT...........

Pesan dan Hikmah Dalam Puasa


Puasa sesungguhnya tidak hanya dikenal dalam ajaran agama islam saja, melainkan juga pada agama-agama besar lainnya. Sebagai ritual keagamaan, puasa tidak dilihat hanya sebagai tujuan saja, tetapi merupakan manifestasi pada Tuhan. Hal ini dikarenakan didalamnya mengandung aspek latihan spiritual yang memiliki sasaran di luar diri manusia. Sasaran di luar diri manusia ini setidaknya terdapat pada tiga pesan yang ada pada puasa, tiga pesan tersebut ialah :
Pertama, kita diajak untuk menghayati Kemahadiran Tuhan. Betapa kita merasakan kedekatan Tuhan, sehingga dimana pun dan kapan pun kita berada. Sanggup menahan diri untuk tidak makan dan minum, meskipun lapar dan haus. Hal ini semata-mata hanya karena kepasrahan kita pada-Nya, bukan karena siapa pun selain Tuhan. Sewaktu berpuasa, kalau kita saja mau pasti kita akan yakin sekali betapa mudahnya menipu orang lain dengan cara berpura-pura puasa, tetapi kita yakin Tuhan tidak mungkin bisa dibohongi.
Kedua, dengan kesanggupan menunda kenikmatan jasmani yang bersifat sesaat, sesungguhnya kita tengah melakukan investasi kenikmatan yang lebih besar dan sejati di masa depan. Dalam bentuknya yang amat sederhana adalah kenikmatan waktu berbuka puasa.
Ketiga, di samping puasa mengajarkan untuk berpandangan hidup ke masa depan, puasa juga mengajarkan kita untuk menumbuhkan dan mempertajam kepekaan sosial yaitu berbagi rasa dan berempati dengan derita orang lain. Perintah mengeluarkan zakat fitrah di penghujung bulan Ramadhan secara fungsional dan simbolik mencerminkan adanya sasaran sosial yang hendak diraih dengan melakukan ibadah puasa, yaitu sebuah komitmen moral dan keprihatinan sosial untuk mempersempit jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.
Dari ketiga pesan tersebut, bahwa salah satu hikmah yang hendak dicapai adalah terbinanya pribadi yang senantiasa sanggup menahan diri oleh godaan kenikmatan materi yang bersifat sementara demi mandapatkan kenikmatan rohani yang jauh lebih tinggi. Dan secara sosial, ibadah puasa mengajarkan kita agar sanggup menahan diri dari godaan yang menyeret kita kepada gaya hidup egoistik dan konsumtif.
*Diambil dari buku yang berjudul Tuhan Begitu Dekat oleh penulis Dr. Komaruddin Hidayat.

Selasa, 03 Juli 2012

Syarat Memahami Agama


Usaha memahami agama yang berbeda jauh dari agama kita sendiri memang cukup sulit. Oleh karena itu ada tingkatan-tingkatan tertentu dalam pemahaman yang bersifat sebagia (parsial) atau bersifat menyeluruh (integral). Adapun syarat-syarat untuk memahami agama dapat kita jumpai pada buku The Comparative Study of Religions karya Joachim Wach, yang meliputi :
1)      Kemampuan bahasa.
Kemampuan bahasa ini diperlukan untuk membaca kitab-kitab suci yang dimiliki agama yang bersangkutan. Selain itu dengan pengetahuan bahasa yang lengkap bisa berguna untuk menjelajahi batin suatu agama serta mampu membaca kitab-kitab dan ajaran-ajaran agama dalam bahasa aslinya.
2)      Keterikatan rasa dan keikutsertaan.
Diperlukannya adanya keterikatan rasa, perhatian atau keikutsertaan ini mempunyai arti bahwa dalam memahami agama tidak boleh dengan sikap acuh tak acuh saja. Hal ini dikarenakan agama merupakan persoalan pribadi yang utuh, yakni mencakup akal, perasaan dan kehendak.
3)      Kemauan.
Kemauan sangat diperlukan untuk membahas secara tepat agama dari sisi para pengikutnya. Kemauan hars diarahkan kepada tujuan yang konstruktif karena keinginan yang pasif bukan merupakan motif yang tepat untuk memahami agama.
4)      Pengalaman.
Pengalaman merupakan perlengkapan utama dalam mempelajari dan memahami agama. Barang siapa yang sudah mengetahui banyak hal tentang karakter manusia, maka ia akan memiliki syarat yang lebih baik dalam memahami agama lain. Hal ini dikarenakan orang tersebut telah sering berhubungan dengan pemikiran-pemikiran manusia yang tercermin dalam tingkah laku, perasaan dan cara berpikir yang berbeda-beda.